Kisah seorang gorilla dan apa yang ada dalam pikirannya

Kamis, 12 Juni 2014

Potret Kelam Sejarah Kamboja - Part I


Potret kelam sejarah Kamboja
Part I
Choueng Ek

Sejak memutuskan untuk jalan ke ibukota Kamboja, aku mencari tempat yang paling terkenal, dan yang paling menarik memang hanya 2 tempat yaitu di Choeung Ek (baca: Ceng Eik) dan Tuol Sleng (baca: Tuo Sleng). Kedua tempat itu  terkenal karena merupakan tempat penyiksaan, pembunuhan dan pembantaian ribuan orang dari 3 juta orang lebih pada jaman kepemimpinan Pol Pot (nama asli Saloth Sar) di rejim Khmer Merah , Khmer yang artinya orang Kamboja asli dan merah tentu saja warna khas dari komunisme. 

Khmer Merah (atau Khmer Rouge) berkuasa dari 1975 - 1979 setelah Pemimpin dari Partai Komunis Kampuchea yaitu Pol pot berhasil menggulingkan  kepemimpinan pangeran Sihanouk dan Jendera Lol Nol yang mereka anggap memiliki kepemimpinan yang buruk dan korup. Pol Pot berencana membangun kembali negara Kamboja melalui kepemimpinannya dengan memulai tahun 0 sebagai awal kebangkitannya. 


 Kehidupan di jaman Khmer Merah membawa serangkaian program radikal dari semua pengaruh asing, menutup sekolah, rumah sakit dan pabrik, menghentikan perbank-an, keuangan dan melarang semua agama, mengambil alih semua pemilikan swasta dan merelokasi orang dari daerah perkotaan untuk menjadi petani. Tujuan dari program ini agar Kamboja menjadi negara yang adil dan merata, tidak berjenjang dan menjadikan negara pertanian yang besar. Warga dipaksa untuk menghasilkan hasil pertanian 3 ton per hektar dari sebelumnya 1 ton per hektar. Proses ini dilakukan dengan cara kerja paksa, diberi makan 1 kali sehari dan 2 kali sehari pada waktu panen, semua anggota keluarga dipisah, suami istri hanya diperkenankan bertemu secara terbatas, dan jika berlebihan akan dieksekusi langsung. Semua hal yang melanggar dengan ketentuan akan dieksekusi, orang berpendidikan (bahkan yang pakai kacamata juga dibunuh), tokoh agama, orang yang berhubungan yang pemerintahan jaman dulu, keturunan asing (Vietnam, Thai, Chinese), dan sejumlah alasan digunakan untuk eksekusi orang tersebut. Para Imam Muslim dipaksa untuk memakan daging babi, karena melarang adanya agama, kalau menolak akan dieksekusi. Ini kedengarannya gila, tapi kalau lebih banyak dengar dan baca lebih banyak hal gila lagi. 

Ok lanjut ke TKP


Saat aku bilang ke taxi-nya mau ke killing fields, dia malah nanya, mau ke killing fields yang mana? karena di kamboja sendiri ada ratusan killing fields sebenarnya, aku bilang mau ke Choeung Ek, dia malah bingung yang mana. Setelah mencari tulisan Khmer yang jelas , dia baru bilang Ceng Eik...lalu kami meluncur kek Cheoung Ek, lokasinya 45 menit dari Phnom Penh.





Gerbang masuk Choeung Ek

Setelah masuk ke gerbang, ada loket tempat membeli tiket masuk, untuk turis asing harganya $6 dan mendapat brosur, dan 1 set audio guide yang berfungsi untuk menceritakan masing-masing lokasi nya hanya dengan memasukan angka di audio guide itu. Ada berbagai macam bahasa yang disediakan, termasuk bahasa Melayu , Inggris, Jepang, Spanyol, dll.

Loket 

Brosur & Audio Tour Guide
Pemandangan pertama setelah masuk adalah sebuah stupa yang awalnya aku kira itu monumen, tugu, atau tempat menulis nama-nama korban.
Stupa
 Ada peringatan di pintu masuknya


text: Tunjukan rasa hormatmu kepada jutaan orang yang dibunuh pada rejim Pol Pot

Isi dari Stupa


Keempat sisi dari stupa terdapat lemari kaca yang berisi tengkorak dan kerangka gigi yang dibagi sesuai umur dan jenis kelamin. Terdapat lebih dari 8000 tengkorak tersimpan di stupa ini.


Kumpulan bekas baju para korban
 
Kumpulan tengkorak korban yang menjulang tinggi di dalam stupa       






Suasana di dalam komplek sangat tenang, karena turis semua diberi audio set jadi semua tenang mendengarkan cerita dan penjelasan dari audio set saja.



Terdapat titik tertentu dimana terdapat plang tulisan dan ada nomor (di bagian bawah plang), cukup tekan angka nomor tersebut untuk mendengar penjelasan dari audio set. Seperti ditempat ini dimana tempat parkir kendaraan yang berisi para tahanan lalu setelah turun dalam keadaan mata tertutup, dan digiring ke tempat eksekusi yang sudah digali oleh para tahanan lainnya dan segera dieksekusi.


Salah satu kuburan massal yang paling dekat dengan pintu masuk, berisi 450 jenazah di dalamnya. Kuburan ini sekarang dipagar  karena termasuk kuburan massal yang berisi paling banyak jenazah.


Foto-foto jenazah saat dikeluarkan di lubang kuburan massal ini


Salah satu lubang kuburan saat ditemukan pertama kali

 Lubang kuburan massal ini berisi 165 jenazah tanpa kepala yang dieksekusi dengan cara dipancung. Mereka kebanyakan merupakan orang intelek dan para pemuka agama pada saat itu.

Kuburan jenazah tanpa kepala
 
Komplek ini sebelum era Pol Pot merupakan kuburan cina, yang lokasinya agak jauh dari pemukiman, asri dan sangat indah dengan pohon longan, cherry dan anggrek di sekelilingnya. Bahkan saat digunakan sebagai kuburan massal, masih banyak batu nisan yang tidak dibersihkan. 


Bekas nisan pada zaman kuburan cina

Terdapat banyak lubang kuburan massal di daerah ini, setelah digali masih terdapat pakaian, dan tengkorak yang masih terikat bagian matanya, pakaian dan kerangka mereka sebagian masih di biarkan begitu saja dan tidak disimpan, sebagian yang dikumpulkan baju dan kerangkanya dapat dilihat dari dekat. Perasaan yang sangat tidak nyaman akan muncul saat mendekati kumpulan kerangka dan pakaian korban, dan aroma dari kumpulan pakaian tersebut benar-benar akan membuat perut tidak nyaman.
Kumpulan baju dan kerangka yang (kalau berani) silahkan disentuh

Puluhan bekas lubang kuburan tersebar di daerah ini
 
Salah satu pohon yang paling mengiris hati adalah Killing Tree, konon di pohon ini bayi-bayi direbut dari tangan orang tua-nya dibanting ke pohon ini lalu langsung di lempar ke lubang yang sudah di siapkan di sebelahnya. Rejim Pol Pot membunuh para bayi dan anak-anak dengan anggapan bahwa itu untuk mencegah mereka menjadi dewasa dan membalas dendan jadi semua keturunan dari orang yang telah diduga berbuat kesalahan harus dimusnahkan.

Killing Tree saat ini, orang menggantung gelang untuk menghormati arwah korban
Killing Tree dengan lubang di sebelahnya


Foto Ilustrasi dari Killing Tree


Terdapat pohon lainnya yang disebut Magic Tree. Tapi tidak ada keajaiban disini, karena pada saat itu para pasukan Pol Pot hanya menggantungkan speaker di pohon ini dan menyalakan lagu revolusioner secara kencang dan berulang-ulang. Hal ini untuk menghindari para pasukan untuk tidak ragu melakukan eksekusi dan tidak bisa mendengar teriakan dan rintihan para korban. Lagu ini juga yang menjadi suara terakhir yang mereka dengar dalam hidup mereka.







Tempat ini sekarang sudah dibuat untuk senyaman mungkin, banyak tempat duduk di bawah pohon dan sepanjang jalan di pinggiran danau kecilnya dimana para pengunjung bisa duduk sambil mendengar berbagai cerita dari audio set nya. Di dalam audio set itu terdapat banyak cerita mengenai daerah ini, bahkan di putar juga lagu Build a Revolution yang digantung diputar di Magic Tree itu, lagu untuk merenung, dan beberapa lagu yang melodinya syahdu. 

Peta wisata dan nomor untuk audio set

Saat ini semua korban yang telah ditemukan telah disemayamkan dengan layak dan manusiawi, namun sejarah kelam kekejaman manusia terhadap manusia lain masih saja terjadi di belahan dunia lainnya






Selesai perjalanan di Cheoung Ek, tujuan berikutnya....Tuol Sleng.









Jumat, 08 Maret 2013

Etika Merokok

Kalau di googling judul diatas, banyak juga yang menulis mengenai etika merokok, tapi ternyata sedikit yang mengerti tentang etika merokok (atau aku namakan sendiri sebagai "smoketiquette").

 Saya pribadi sebagai perokok hampir tidak pernah dan kalaupun ada, sangat jarang melarang orang lain untuk berhenti merokok tapi tidak juga untuk mempersilahkan mereka merokok. Karena menurut saya etika untuk meminta orang lain berhenti merokok adalah saat saya sudah berhenti dulu. Merokok boleh saja, asal sesuai etika...etikanya sederhana, merokok untuk kenikmatan SENDIRI, tanpa mengganggu ORANG LAIN.

 Sebelum ngaco kemana2 dan lupa mau tulis apa...aku akan membuat daftar etika merokok dulu *nyalain rokok* :

 1. Yang paling utama dan yang paling pantang dalam merokok menurut saya adalah merokok dekat anak kecil, ibu hamil...apalagi bayi, kalau memang anda berada di smoking area yang memang tertutup untuk para perokok dan melihat ada 'oknum' tersebut...usir saja! kejam? tidak...anda melakukan hal yang benar

 2. Kalau merokok di tempat umum (kebetulan aku di kota yang tidak ada aturan mengenai merokok di tempat umum), kalau itu tempat makan atau tempat yang agak tertutup, pastikan masih ada aliran udara yang membuat asap rokok anda tidak mengganggu orang. Kalau di tempat makan yang ber-ac, pastikan anda duduk di area yang boleh merokok (biasa ada exhaust fan di langit2). Kalau tempatnya tidak ber-ac, duduk di dekat jendela atau minta pegawainya untuk menyalakan kipas.

 3. Asap dan/atau abu rokok tidak mengarah ke orang yang lagi makan. Sekalipun itu adalah area merokok, cobalah menghembus asap rokok ke atas .Kalau anginnya ke arah orang tersebut, sesaat setelah menghisap rokok anda langsung turunkan tangan anda jadi asapnya terkumpul dan mengarah ke arah sana. Saya pribadi cukup terganggu kalau kena asap rokok saat lagi makan. Oleh sebab itu aku juga biasain diri untuk tidak mengganggu orang lain yang sedang makan dengan asap rokok.

 4. Kalau duduk di tempat yang anginnya cukup kencang, siapkan asbak, taro tissue diatasnya dan tuang sedikit air ke atas tissue sampai tissuenya basah dan menyatu dengan asbak. Buang abu rokok di tissue tersebut. Ini berguna untuk abu rokok tidak terbang kesana kemari.

 5. Merokok di alam terbuka atau tempat umum, mungkin kita terbiasa untuk membuang puntung rokok sembarangan. Mungkin ini sulit dihindari karena memang tidak tersedia fasilitas untuk membuangnya (kalaupun ada, jujur aja deh..pasti males kan?). Di toko2 gift shop suka dijual asbak portable, asbak yang bisa dibawa kemana2, murah kok hanya sekitar 20ribuan dan cukup handy juga untuk dikantongin.Kalaupun anda mau membuang begitu saja, pastikan dulu anda telah mematikannya, simple saja, tekan saja di sepatu/sandal anda baru dibuang, jadi jangan dibuang dulu baru dinjak.

 6.Saat bergabung dengan teman yang memang tidak suka dengan asap rokok, namun mereka bersedia untuk duduk di area merokok, hormatilah mereka dengan meminimalisasi asap/abu rokok ke arah mereka. Duduk agak berjauhan dan lakukan poin 2+3

 7. Dilarang merokok di transportasi umum, mo angkot kek, mo bis kota kek, mo pesawat kek...pokoknya yang masih bisa dipakai oleh umum itu tidak boleh. Asapnya susah keluar dan 99% kena orang lain, mending nahan diri untuk tidak merokok daripada orang lain yang menahan diri untuk ga menampar anda

 8. ...... To be continued

Rabu, 04 April 2012

The anger in me

Post ini akan berisi tentang curhatan, uneg2, pendapat pribadi mengenai diri sendiri, dll. Jika ada hal yang tidak berkenan atau tidak sependapat silahkan menutup window ini atau tinggalkan saja komen akhir post.

Judul anger in me itu dipakai karena aku ngerasa belakangan ini terjadi pergolakan emosi yang agak tidak lazim. Rasanya banyak sekali hal yang bikin marah. Perasaan marah itu muncul dengan berbagai bentuk, kadang jadinya bergumam, mengomel, atau diam atau yang terjadi terakhir itu sampai menendang orang (damn i miss to do that again). Satu sisi, itu bukan aku banget...banyak orang tahu dan mengenal aku sebagai orang yang sabar, di keluarga jg aku dikenal sebagai orang yang sabar kecuali cc aku yg menganggap aku itu pemarah (padahal aku ga pernah marah2 di rumah loh). Sedangakan aku sendiri bingung menilai diri aku sendiri, apakah aku penyabar? pemarah? atau keduanya tergantung kondisi? belakangan ini aku merasa aku pemarah, sangat sangat pemarah...hal kecil bisa bikin aku marah, dan efeknya itu akan bikin badan merasa panas dan gatal2 karena darah yg seakan2 meluap...penyebabnya pun tidak tahu apa. Apa karena sakit punggung yg kumat jadi menghambat darah ke otak yang mengakibatkan logika berkurang? atau karena memang cuaca ga menentu panas dingin ga jelas? atau kenapa? atau karena terlalu lama pasang topeng nyengir jd dibalik topeng itu sudah kepanasan.
Orang2 disekitar cuma bisa bilang..."kamu jgn marah2 dong" ato "kamu sabar lah..." atau hanya "kok skg lu gitu sih?". Pernah ga sih kepikiran, aku kenapa, atau apa yang bikin aku berubah.

Sekarang blank...rasanya tadi sebelum menulis itu banyak sekali yang ada di otak tapi kenapa jadi blank yah?

enough said...
*signing out*

Rabu, 22 Februari 2012

North Sumatra trip chap-2

We arrived Berastagi after through a forest and hills though we still can saw Lake Toba from afar. In Berastagi we check in to Green Garden Hotel and we go for good lunch and walk to the famous Berastagi Fruit Market. It's their first time saw a lot and so big fruits market. I bought small tomatoes (tomat ceri) and i love it raw because it taste so sweet. In the afternoon we went to Sidebu-debu hot water springs, it's below Sinabung Volcano and the water real hot, much higher than our body temperature. For dinner, they only had fruits we bought from the market. But it's really not enough for me and i went look for food around the hotel. I get Aceh fried noddle just beside the hotel and since it's on the road side i didn't invite them because they avoid dirty food. But suddenly they call me and ask me where i am. They said they want to join since they are bored in the room. Eddy interest with my food and order it for himself and he love it too! It's is his first time he ate food on roadside.
The other day, we visit Taman Alam Lumbini, i heard it a lot since it's my best friend's father build it. They got the largest Pagoda in Indonesia with a big garden beside it.
Pagoda pic from the gate


The Pagoda are wonderful with 4 Jade Budha statue inside it.

But the best part is the garden, there's a long and very high bridge, beautiful flower and we can hear very calm voices around it.


For fews hours we explore the Pagoda and the garden, Eddy asking if we can go to St Fransikus from Asisi church. Since it's not so far so we make short visit there

The church are so unique like Batak Traditional house

After the Church trip we went back to Medan, the road are smooth and not thrilling like before. We visit Maimoon Palace. It's Sultan Deli palace and now become museum. Not much to see, just old building and their history. After the Palace, we went to Great Mosque, just 10 minutes walk distance. It's the largest Mosque in Medan and at the backyard there is Sultan Deli tomb. Only Eddy went inside the Mosque, me and Liesbeth got very weird feeling to ask us to not enter the Mosque, it's strange feeling but we just follow it...
They get back to hotel to clean up and prepare for what we wait since they arrived in Bandung. DURIAN!
We've been talk about it a lot, and saw a lot of it since in Parapat. But i keep it for the last night because i afraid they got digestion problem after Durian.
Liesbeth can't eat it at all, the taste and the smell are too strong and she keep spit and drink a lot after try it a little bit. But Eddy love it, he can't eat a lot but he like it! and i love it for my own like usually.
The last day in Medan, i invite them for lunch and bring around my house area. They saw a lot of things, we went to local barbershop too and they are impressed with it. In the afternoon we went back to Jakarta and straight to Bandung. It was nice and happy trip. 3 of us are enjoying everything and happy with it. This trip will be always memorable...for us :-)

Jumat, 17 Februari 2012

North Sumatra trip chap-1

Couple weeks ago, a good friend of mine from Holland told me that she need me to accompany her cousin and his wife to North Sumatera since i was born there and grow up there even though i spend quarter of my life in this city but still i can't deny my self that i am Sumatera Gorilla. I just agree to accompany this old couple (yes, they are almost same age with my beloved mother) to Sumatra from 8 to 13 February.
In the airport of Bandung where we departure got some problem which Eddy, the white male gorilla bring crockscrew (wine opener) in his bag so the security need to hold the things but on the plane Eddy told me that actually he bring short knife in his bag and the security miss it!
Everything was fine after arrived in Medan, North Sumatera capital city. We had Tiongsim noodle (very typical hand-made noodle with meats in it) for dinner.

Liesbeth, Eddy, and me at the restaurant

Early in the morning we start our adventure to Parapat city, it's a small city right beside Toba Lake.We had lunch at Tebing Tinggi, an hour before Parapat and Liesbeth, Eddy's wife get her jaw open when she saw pisang goreng stall and she got good apetite for pisang goreng

Lunch at Tebing TInggi with Soto, Lemang and Pisang Goreng

Me and Liesbeth at Pisang Goreng Stall

When we arrived in the hotel (Darma Agung Lake View Hotel) we only see the sign board of the hotel and a small hut with "front office" on the door, we start asking each other..."WHERE THE HELL IS THE HOTEL BUILDING!". We walk to the front office and still curious where will we sleep tonight. We get the room key and the bell boy bring us to downstair (there's a small stair near the front office table). Entering the room and we saw another door to terrace, after we open the door what we saw is Danau Toba with almost sunset view and i believe that my jaw was dropping too when i saw it.





View from terrace


For few hours we spend our time on terrace, talking about culture, government and a lot of things until dinner time we walk to Hongkong Restaurant, about 10 minutes walk from our hotel, and bought some souvenirs from Lake Toba with a very reasonable price.

Day 2, we catch the ferry boat to Tuk-Tuk on Samosir Island. It takes about an hour and many things to see on the boat. I bought an duck's boiled egg for breakfast. The taste are so sweet and much much different with chicken's egg....LEKKER!

can you see the duck's eggs???

There is a motorcycle that brings a lot of doughnuts and breads

Another interesting view is there's a bus, carrying a group of people that deliver dead person to Samosir Island

Samosir Island is a small island in the middle of Lake Toba with a very strong culture of Batak people, they believe that Toba is Tanah Orang Batak Asli (Native of Bataknese Land). Land in Samosir are fertile and beautiful


Our 1st destination in Samosir is Ambarita an hour from Tomok (ferry harbour in Samosir). In Ambarita, there's a (former) King Sialagan complex houses, with stone chair and many batak traditional house. In past time, King Sialagan is a judge for this village, in that stone chair the fugitive, judge, king's magician, and other elders of the village will decide if someone make a small crime like stealing, they will put in a jail under the king house. For big crime like killing or raping, they will lost their head.





Next destination is Simalundong, a small village on the north samosir island. There's a museum, king's tomb, and dancing show from the villagers with a puppet name Sigale-gale. There's a story on it but....i don't think i'll write it on this blog since it will be fairytale to sleep. but well, it's a good show and it was a very very hot day so we just rush back to hotel for lunch.....
In Samosir Island we stay in Carolina Hotel, very nice hotel with very low price, just beside the lake so the guest can just jump to the lake toba. The food in hotel score 5/10 but there's a Bataknese restaurant just in front of the hotel are delicious, but the price rather high.



The next day, we go back to catch the ferry and we arrived just in time before the ferry close the door!!!
Next destination is Berastagi,.......and the story continues

Rabu, 17 Agustus 2011

Minggu, 27 Maret 2011

Just the way you are

Belakangan sering terdengar lagu Just the way you are -nya Bruno Mars, dari radio, mal, ringtone, bahkan RBT aku juga ntah bagaimana ceritanya terperangkap untuk membeli RBT lagu itu. Talking about Just the way you are...belakangan ini ada beberapa pasangan yang aku kenal akhirnya "tutup buku" hanya karena tidak bisa menerima pasangan apa adanya. Perlu ditekankan disini adalah masalah fisik. Yang paling ironis pada satu pasangan hanya karena mereka bertengkar besar karena ketika si wanita tumbuh jerawat yang memang kalau dilihat cukup besar. Tapi pertengkaran besar dan akhirnya "tutup buku" itu seharusnya tidak perlu terjadi ketika si laki2 tidak mempermasalahkan terlalu rewel dan si wanita juga tidak menggunakan berbagai macam pengobatan yang hanya membuat pasangannya makin risih. Pasangan lainnya adalah dimana wanita merasa minder saat pria tersebut suka "menyuguhkan" artikel untuk memperbesar payudara yang membuat wanita tersebut risih, takut, panik kalau pria tersebut tidak suka dengan payudara pasangannya. Di depan wanita tersebut, pria bilang itu hanya untuk bacaan,sekedar pengetahuan, etc etc. Namun dibalik layar, pria tersebut mengeluh kalau "seharusnya dia mengerti dong". Pasangan tersebut akhirnya "bubar jalan" setelah pria tersebut ketahuan selingkuh dengan wanita dengan body yang menurutnya lebih menarik daripada pacarnya. Masih ada bebrapa cerita pasangan yang akhirnya berpisah hanya karena masalah fisik.
Jadi seberapa masalah fisik itu dalam suatu hubungan? Dari pengakuan beberapa pria/wanita mereka berharap memiliki pasangan yang bisa "dibanggakan" atau "dipamerkan" saat mereka di tempat umum, pengakuan lainnya adalah mereka menganggap penampilan itu penting karena kalau tidak, akan mempertinggi resiko pasangannya untuk selingkuh....so is that true?
Menurut Gorilla, hal fisik adalah hal yang sangat subjektif, sangat privacy...tergantung bagaimana seseorang menilai orang lain dan penilaian seseorang bisa sangat berbeda dengan orang lain. Secara fisik, manusia(bahkan gorilla juga) sangat dinamis, bisa berubah setiap saat, sehingga menilai seseorang hanya dari fisik sangatlah tidak adil. Penampilan luar hanyalah topeng sementara, sebaik atau seburuk apapun seseorang semua itu dapat diubah (apalagi dengan teknologi dan teknik pengobatan jaman sekarang), tapi apakah hal tersebut dapat mengubah apa yang ada di dalam manusia tersebut? mungkin memang akan meningkatkan ego, kepercayaan diri, tapi untuk berapa lama? Pria mungkin akan bahagia ketika melihat pasangannya memiliki penampilan yang menarik dan sebaliknya juga, wanita mungkin akan merasa demikian. Tetapi bagaimana jika pasangan tersebut akhirnya kehilangan penampilan yang menarik itu? apakah pasangan tersebut akhirnya harus kehilangan kebahagiaannya? mungkin jawaban kita adalah tidak, tetapi apa yang banyak terjadi saat ini adalah begitu. Tidak dapat dipungkiri lagi penampilan fisik merupakan elemen penting dalam suatu hubungan, tetapi kita hanya menilai seseorang dari hal tersebut maka hubungan itu juga akan menjadi dinamis, mudah berubah, dan dengan berjalannya waktu akan berubah seperti penampilan fisik seseorang yang kian lama akan tumbuh uban dan keriput. Alangkah indahnya jika kita mendengar atau melihat sepasang kakek dan nenek yang masih menggenggam tangan mereka, saling menopang bahu mereka ketika berjalan, membelai uban dan mengelus tangan keriput pasangannya...aku yakin di dalam hati mereka pasti tidak menilai penampilan fisik pasangan mereka, dan itulah yang disebut Just The Way You Are karena cinta yang sesungguhnya tidak melihat kecantikan, ketampanan, atau dari apapun yang mereka pakai dan bagaimana rupa mereka...